Filipi 4:1-6 (TB) Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih! Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan. Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan. Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Walaupun Paulus begitu terhibur akan Jemaat Filipi tetapi tetap saja ada hal2 lain yg Paulus menegur mereka nyaitu agar mereka tetap bersatu dan jangan kuatir. Bahkan sampai 2 kali Paulus berkata jangan kuatir bahkan dengan segala keadaan mereka diharapkan tetap bersuka cita. Jadi memang tidaklah mudah hidup pada masa itu ancaman dari luar begitu keras. Bahkan secara khusus Paulus menasehati Euodia dsn Sintikhe. Mungkin mereka berdualah yang memimpin Jemaat Filipi saat itu, juga terhadap Sunsugos yang mungkin orang yg terpandan di Jemaat Filipi saat itu. Amin
Senin, 17 Oktober 2016
Minggu, 16 Oktober 2016
Apa yang orang ingat akan kita ?
Filipi 1:4-5 (TB) Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.
Jemaat di Filipi menjadi suka cita Paulus sehingga setiap kali Paulus berdoa Paulus mengucap syukur atas hal itu, tantangan buat kita hari ini apakah orang lain atau Pemimpin kita bersuka cita saat dia menhingat kita dalam doanya atau menjadi kuatir dan cemas setiap kali orang tersebut mengingat kita dalam doanya .pada ayat 5 jelaslah bagi kita apa yang membuat Paulus bersukacita, yaitu berita Injil, yang bartinya Jemaat di Filipi tetap focus pada berita Injil bukan focus akan hal hal lain yang bisa menjadi penghambat berita Injil. Focus akan berita Injil dari hari pertama mereka menerima Injil hingga saat Paulus menulis surat Filipi. Pada mass itu saya percaya mudah sekali Jemaat di Filipi ini focus pada masalah masalah pribadi mereka lebih dati berita Injil, karena tentunya merekapun tidak luput akan masalah2 mereka, karena mereka adalah jajahan Roma yang kejam.
Sabtu, 15 Oktober 2016
Kebenaran dan Kasih
2 Yohanes 1:3 (TB) Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.
Kebenaran dan kasih mutlak ada dalam diri seorang kristen. Apabila hanya memiliki kasih maka orang tersebut akan menjadi seseorang yang kompromi akan dosa dan membiarkan dosa tersebut dan apabila hanya memiki kebenaran saja maka orang tersebut akan menjadi seseorang yang kejam dan menghakimi. Jadi kasih dan kebenaran hrslah sejalan dan kedua hal tersebut mutlak melekat dalam diri seorang kristen. Mudah ? Tentu saja tdk tetapi kita hrs belajar .....
Kasih
2 Yohanes 1:1 (TB) Dari penatua kepada Ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang benar-benar aku kasihi. Bukan aku saja yang mengasihi kamu, tetapi juga semua orang yang telah mengenal kebenaran,
Kalau seseorang belum mengetahui atau mengenal maka orang tersebut bisa dipastikan tidak bisa mengasihi hanya orang yang sdh mengenal kebenaranlah yg bisa mengasihi. Apa itu kebenaran ? Dan apa itu kasih ? Kebenaran hanya didapat dari Firman Tuhan sendiri atau Tuhan Yesus. Sedangkan kasih adalah semua yg ditulis di Kor.13 tentang kasih. Inilah maksud dari Yohanes di 2 Yoh. 1 . Jadi kalau kita mau punya kasih tidak ada kata lain selain kita mau meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkannya FirmanNya ( Maz 1)
Jumat, 07 Oktober 2016
Jangan Egois
Filipi 2:1-4 (TB) Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. http://www.bibleforandroid.com/v/9a5396b55cee
Sebagai invidu tentu kita mempunyai keperluan tetapi menuliskan jangan egois dengan menganggap yg lain lebih utama dari yang lain atau berpikir orang lain lehih utama. Kalau kita menganggap orang lain lebih utama maka kasih akan terwujud dan belas kasihan. Karena bagaimana terpuruknya kita masih banyak orang lain yang lebih menderta dari kita sehingga kita bisa bersyukur akan hidup kita. Amin
Rabu, 05 Oktober 2016
Iman berakar dan berdasar di dalam kasih.
Efesus 3:16-17 (TB) Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. http://www.bibleforandroid.com/v/fb77d9e0ad6e
Paulus di dalam surat ke pada Jemaat di Efesus ini mengatakan keiinginan dirinya agar orang2 di Efesus ini imannya berakar dan berdasar di dalam kasih. Sekarang timbul pertanyaannya bagaimana caranya agar iman kita bisa berakar ? Tentu itu yang kita usahakan
1. Menjahui dosa. Semua dosa. Walaupun tdk yg melihat tetapi Tuhan melihat.
2. Membaca firmannya secara teratur. Tetapi bukan legalistik.
3. Berdoa secara teratur. Tetapi bukan legalistik.
4. Mengasihi orang2 lain.
Semua didasarkan kasih Yesus yang Dia telah berikan bagi kita dengan rela di salibkan untuk menebus dosa kita.
Senin, 03 Oktober 2016
Buku Efesus
Bisakah hidup seperti yg Tuhan harapkan dari kita, seperti : mengasihi, bersstu, sabar, rendah hati, lemah lembut dan lain sebagainya seperti yang ada tertulis d pasal 4 -6 dalam buku Efesus ? Jawabnya adalah bisa karena Allah telah memberikan kemampuan tersebut. Yaitu di pasal 1 - 3, seperti perumpamaan mobil kita telah diberikan kunci untuk menghidupkannya. Contoh apa yang Tuhan telah beri kepads kita : segala berkat rohani di dalam Sorga, pengampunan dosa, Dia telah menganugerahkan rohNya dan lain sebagainya. Tetapi kita kerap sekali tertipu oleh iblis yang berkata dalam diri kita tidak apalah sedikit melenceng, Tuhan mengerti kog, atau kitakan masih hidup dalam daging. Jangan mau diperdaya oleh si iblis.
Kesimpulannya : Kita bisa hidup seperti di pasal 4,5 dan6, karena Tuhan telah berikan ke pada kita seperti di pasal 1,2 dan 3. Tidak ada alasan bagi kita untuk hidup kudus, mengasihi dan lemah lembut.