Ibrani 12:3-4 (TB) Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa. Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.
Ayat ini memberi kekuatan untuk saya untuk terus bertahan walaun penderitaan datanb bertubi tubi pada saya karena apa karena walaupun sakit yg kuderita begitu berat memang belum sampai mencufutkan darah. Wslaupun Engkau tahi Tuhan betapa hebatnya penderitaanku ini, tetapi aku perceya rancangan selalu yg terbaik buat saya tolong aku beri aku kekuatan dariMu di dalam penderitaan ini, agar namaMu semakin dimuliakan di dalam hidupku ini. Sepatutnya aku bersyukur karena aku dianggap anak yg lagi mendapat perhatian dari Tuhan. Amin
Minggu, 18 Juni 2017
Penderitasn ringan
Jumat, 16 Juni 2017
HATI YG BENAR
Ayub 1:5 (TB) Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa. Sungguh hati yg luar biasa dimiliki Ayub, anak Ayub yg laki2 berjumlah 7 orang berarti setiap pagi Ayub mempersembahkan korban dan menghadap Tuhan. Bukan angka yg kabetulan tetapi suatu praktek yg patut kita contoh, bahwa kitapun harus setiap hari datang ke Tuhan dan mengatur persembahan kita dlm saat teduh. Mungkin bukan anak2 kita yg berbuat dosa mungkin kita yg sdh melakukannya. Saya amat tertusuk dengan ayat ini dan ingin berubah, karena terusvterang saya tdklah sekonsisten Ayub. Terima kasih ya Tuhan, sabar meninggu saya berubah. Amin
Rabu, 14 Juni 2017
Mengasihi
Mudah untuk mengatakannya tetapi sulit untuk mewujudkanya. Tetapi inilah ajaran Kristen yang paling utama dan terutama. Baik itu mengasihi Tuhan, mengasihi sesama manusia maupun mengasihi diri sendiri, semuanya harus pada porsinya tersendiri. Sudah menjadi faktor alamizh jika setiap orang mengasihi. Dimana kunci dari senuanya adslah mengasihi Tuhan terlebihdahulu baru kita bisa mengasihi sesama dan diri sendiri, seperti ada di firmanNya di 1 Yoh. 4:8 juga jikalau kita tdk mengasihi Tuhan yg tfk kelihatan bagaimana kita mengasihi manusia yg kelihatan. Bagaimana cara kita utk mengasihi Tuhan adalah melakukan semua yg difirmankanNya, sesuai ayat Yoh.13:23. Mari kita membuat priotiritas yg benar agar tercipta dunia yg baik untuk hidup. Terlalu banyak orang yg mengasihi dirinya sendiri, perlu ada cotohan yg konkrit. Mari kita mulai dari diri kita. Amin
Rabu, 07 Juni 2017
Pemimpin
Apa yg ada dibenak kita saat kita berkata tentang Pemimpin ? Apakah kita berpikir tentang Kekuasaan atau Tanggung Jawab, banyak orang berkata bahwa Pemimpin itu Amanah, tanggung jawab TETAPI pada prakteknya berbeda. Pemimpin merupakan sebuah kekuasaan yg hrs dipertahankan dengan mati2an. Dalam tulisan ini saya mencoba sharing tentang makna seorang Pemimpin dari apa yg Yesus ajarkan dan praktekan. 1. Tanggung Jawab memberi makanan yg baik bagi anak asuhnya. Maz. 23:2. Sebagai pemimpin/ gembala kita wajib memberi asupan yg baik bagi anak asuhnya atau domba2nya. Asupan yg baik maksudnya disini asupan rohani. Bagaimama caranya ? Adalah dengan menyiapkan diri dgn belajar yg baik, kita wajib dan bertangung jawab belajar dan belajar, guna mempersiapkan diri. Itu berdampak kita mempersiapkan diri dan tentu saja hrs berkembang, kitapun sebagai pemimpin perlu berkembang tdk boleh statis. Sibuk tentunya, memberi waktu utk diri sendiri untuk berkembang, seperti Yesus banyak para ahli berpendapat bahwa Yesus sendiri sebelum berumur 30 tahun atau sebelum Dia mengajar pada banyak orang Yesus sendiri belajar. Yesus yang adalah Allah sendiri perlu belajar apalagi kita. Itu sebabnya Yesus disebut Guru, kemanapun Dia diberi hak untuk mengajar dan membacakan Taurat di rumah2 ibadat. 2. Rendah hati, Yesus mengatakan yg terbesar hendaklah menjadi yg terkecil. Ini berbeda dgn konsep dunia. Dunia mengajarkan pemimpin itu yg mengendalikan yg dipimpinnya. Mat. 18:4
3. Meyanani. Luk.22:24. Bukan menjadi manager tetapi melayani. Melayani, seperti Yesus, bahkan rela mati bagi orang2 yg dilayani. Apakah kita menjadi pemimpin seperti di atas, memanglah sulit menjadi pemimpin di dalam KerajaanNya.
Terbesar
Matius 18:1-5 (TB) Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.
Yesus mengkontraskan dunia dengan KerajaanNya. Antara Dunia dan Sorga tentang kepemimpinan dan yang terbesar. Dunia melihat yang terbesar tentunya yg berkuasa yang tidak bergantung pada siapapun tetapi tidak dalam urusan rohani, justru sebaliknya, yang terbesar adalah seperti anak kecil, seperti apa itu anak kecil ? Banyak sekali hal2 yang baik didiri seorang anak kecil. Antara lain polos dan bergantung pada orang lain. Polos dalam arti tidak pendendan, cepat melupakan perselisihan, cepat berteman setelah berkelahi. Kitapun dituntut untuk menjadi seperti anak kecil. Menjadi seperti anak kecil bukan menjadi anak kecil yang suka menangis, cengeng dan meyebalkan.
Siapakah saya menurut orang lain ?
Matius 16:15 (TB) Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
Judul pembasan ini agak berbeda dengan isi dari Mat.16:15 ini, karena semua orang Kristen sudah tahu dan mengerti siapa itu Yesus ? Tetapi PDA yg kemarin yg dibawakan oleh Bani membuat saya berpikir dan berpikir, siapakah saya ini menurut pandangan orang2, terutama menurut orang2 yg dekat dan mengenal saya ? Bukan hanya sekedar tahu status saya bahwa saya seorang ayah, saya seorang suami atau saya seorang anak tetapi tetapi lebih dalam dari itu apa yg menjadi kesenangan saya, apa yg ada didalam benak saya, apa yg saya lakukan sehari hari, saya jadi teringat pada Yesus yg mengajak murid2nya ke rumahNya, kira2 untuk apa ya ? Saya percaya ajakan itu bukan sekedar basa basi, tetapi agar Murid2 lebih memahami Yesus, apa yg Dia lakukan dan apa yg Dia ajarkan dan lain sebagainya, saya baru mengerti sekarang kenapa John Lois mengundang saya untuk bermalam di rumahnya pada saat saya mau menjadi fulltime di Jemaat pada waktu itu. Pertanyaannya apakah membuka diri atau antusias saat ada orang yg mau mengenal kita dengan lebih dekat ? Spcesial terima kasih untuk bro Bani yg mau datang lebih awal setiap minggu utk meluangkan waktu utk sharing, doa bareng dan saya percaya Tuhan akan memberi kekuatan buat bro Bani.
Kembali ke Topik di atas Siapah saya ini ?
Saya bukanlah seperti kelihatanya, alim dan baik budi
Sebuah pertanyaan yg lebih dalam adalah Siapakah kita dihadapan Allah, sebab tdk ada dari kita satupun yg dapat menghindar dariNya kelak sebab suatu hari kita mesti mempertanggungan jabab atas segala perbuatan kita ? ( Ibr.3 14) Siapkah kita ? Perkataan suatu hari kelak, megacu pada suatu saat setelah kita mati atau saat kita dipanggilNya. Sekali lagi siapkah kia ?
Allah Pencipta
Kejadian 1:1-2 (TB) Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
Musa yang diakui sebagai penulis Kejadian menuliskan dua ayat pertama buku Kej. Ini begitu mudah untuk dimengerti bagi semua kalangan, hanya orang2 yang tdk mau mengakui Allah saja yg sulit utk mengerti. Allah itu sebagai pencipta bumi ini, hanya dengan perkataan, jadi betepa hebatnya Allah itu, dunia yg dianggap kompleks dan begitu rumit bagi sebahagian ahli Allah yg menciptakannya tentu dengan hukum2 alam. Allah yg menciptakannya hanya dengan perkataan tentu juga punya hak atau kuasa untuk mengintervensi hukum tersebut sekarang dengan penemuan2 yv canggih manusia bisa menghitung jarak antara bumi dengan matahari dan planet2 lainnya, mengukur besarannya dan yang paling mencengangkan dari semua itu adalah jarak bumi dan bulan sedemikian idealnya untuk bumi ini ditempati oleh mahluk hidup dan manusia. Dan tdk ada ditemukan hingga detik ini yg sama percis dengan bumi. Belum lagi pelapis atau pelindung bumi ini yg menjaga bumi ini dari hamtamam benda2 angkasa atau lebih dikenal dengan meteor, saya hanya terkagum dengan dan tdk habis pikir bahwa langit dan bumi ini citaanNya dan apabila kita melihat terus sampai dengan hari ke-6 bahwa Allah mencitakan semuanya untuk satu tujuan, yaitu untuk manusia,
Pada awal diciptakan apakah bumi ini langsung bulat seperti yg ada sekarang saya merasa tdklah demikian sebab dikatakan bahwa bumi ini belum berbentuk dan kosong. Seperti apa itu ? Saya juga tdk bisa menjawabnya dengan pasti, karena tdk ada ayat yg menjelaskan tentang hal itu hanya dikatan belum berbentuk dan kosong. Kalau kosong mungkin maksudnya belum ada isinya baik itu mahluk hidup maupun tumbuh2an. Dan kemukinan satu hari yg dimaksud mungkin bukanlah 24 jam, karena benda2 yg dipakai utk menghitung belumlalah terbentuk dihari pertama, jadi mungkin saja satu hari yg dimaksud disini adalsh satu masa, berapa hari, bulan, tahun tdk ada yg tahu secara pasti mungkin juga jutaan tahun. Karena banyak orang mengaikatkannya dengan Zaman Dinosaurus kapan ? Ada proses sampai bumi layak utk ditempati. Mungkin juga proses itu dipercepat oleh Allah tetapi manusia menemukan fosil2 berumur tua. Yang jelas tdk ada Big Bang, yg diyakini oleh sebagian ahli adalah pemahaman yg keliru, karena metotde ini dari satu ledadan, hentah siapa yg membuat ledakan itu maka terbentuklah planet2 yg ada dengan segala keteraturannya, ini sungguh peryataan yg amat sangat keliru. Memang peryataan2 Musa di dalam buku Kej. Masihlah amat sederhana kalau disebut sebuah buku Ilmu Pengetahuan, karena memang Alkitab bukan buku tentang buku ilmu pengetahuan, kita hrs berpikir sama pintarnya dengan orang pada zaman Musa, baik cara berpikirnya. Orang2 pada zaman Musa dan setelahnya juga hrslah kita yg memahaminya dan bukan sebaliknya