Lima kata saja nyaitu KASIH, sendainya hari ini dunia dipenuhi dengan kasih saya percaya dunia adalah tempat yang paling yaman untuk ditinggali. Hari ini berita2 memuat pemberitaan yang membuat kita gerah, marah, takut dan tidak nyaman.
Maksud saya bukan kasih Tuhan akan dunia ini, itu telah Dia buktikan dengan kematianNya di kayu salib untuk menebus dosa dosa kita.
Yang saya maksud adalah kasih kita satu dengan yang lain, kasih antara suami dan istri, kasih antara orang tua dengan anak, kasih antara tetangga, kasih antara sesama umat bahkan kaslh kita satu dengan yang lainnya. Perbedaan memang tidak bisa hilang dalam dunia ini. Kasih bukan bertujuan untuk itu tetapi justru adanya perbedaanlah kasih bisa diwujudkan. Tetapi sangat disayangkan karena banyak orang yang ingin meniadakan perbedaan. Orang2 seperti itulah yang tidak mau mewujudkan kasih itu. Karena tanpa ada perbedaan kasih tidak dapat diwujudkan, tidak ada gunanya.
Ada kaya, ada miskin. Ada sehat, ada sakit. Ada muda, ada tua. Ada hitam ada putih. Apabila kita bisa saling mengasihi disitulah, letak perbedaan yang orang lain bisa lihat. Andai saja kita benar benar menerapkan kasih yang Paulus ajarkan dalam bukunya 1 Kor.13 dunia ini pasti dunia ini jauh berbeda dengan keadaan sekarang. Dunia akan menjadi tempat yang sangat nyaman untuk ditinggali. Tidak ada kekerasan dan ketidak adilan. Yang ada hanya ketangan seperti doa yang Yesus ajarkan pada murid2Nya ... jadilah kehendakMu di Bumi seperti di Sorga. Amin
Minggu, 12 Juni 2016
Apa yang paling dibutuhkan saat ini
Jumat, 03 Juni 2016
Cermin
Ada pepatah lama mengatakan " Buruk rupa cerrmin dibelah '" yang artinya salah kita sendiri tetapi menyalahkan orang lain. Saya teringat 2 buah ayat dalam.Firman Tuhan di 2 Tim.3:16-17 Firman Tuhan merupakan sebuah cermin buat kita. Apakah benar kita menggunakan Alkitab sebagai cermin untuk.kita atau ada yang salah jari kita sibuk menunjuk diri orang lain yang salah? Tuhan yang menciptakan kita sudah memberikan buku penuntun untuk kita turuti. Saya yakin setiap pencipta pasti menyertakan sebuah buku petunjuk atau penuntun untuk dituruti agar maksimal dalam pemakaian dan untuk menghindari hal-hal yang bisa merusak atau mencelakan pemakainya, seperti hp, TV, mesin cuci hingga kipas angin, bahkan.barang termurah sekalipun memilikinya apalagi manusia yang harganya sangat mahal tersebut jika kita menilainya sebagai sebuah barang, padahal sebenarnya manusia tidak ternilai harganya. Tetapi apakah.kita menggunakan cermin Firman Allah untuk membuat diri kita lebih berguna bagi orang lain? Atau mencari mudahnya nyaitu menunjuk orang lain yang bersalah, marilah kita bercermin dari Alkitab dan berusaha untuk memperbaiki diri, niscaya dunia ini akan lebih baik. Mulailah dari diri.kita sendiri lalu keluarga kita dan kemudian lingkungan kita dan pada akhirnya dunia. Mulailah dari hal hal kecil, misalnya antri membeli tiket, antri di jalan. Mematuhi rambu-rambu yang sudah dibuat dan lain sebagainya. Amin
Selasa, 31 Mei 2016
Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.
Matius 4:19 (TB) Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
Ini adalah panggilan kita untuk kita semua, panggilan itu tidak berhenti di ikutlah Aku. Tetapi panggilan itu dilanjutkan dengan menjadi penjala manusia. Banyak orang berhenti di panggilan ikutlah Aku. Sangat senang mengikut Yesus, berkat berlimpah dan lain sebagainya. Tidak, sekali lagi tidak, berhenti disitu panggilannNya masih koma bukan titik.
Menjadi penjala manusia seperti penjala ikan profesi murid murid sebelumya. Sangat mengerti. Ada resiko yang harus ditanggung. Bahkan kita siap mati akibat ombak yang besar yang menghantan kapal dan kerja keras. Ada kesabaran dan lain sebagainya. Apakah kita hanya menjadi pengikut Yesus ? ataukah kita sebagai penjala manusia juga? Memang benar sebelum menjadi penjala manusia kita harus menjadi pengikut Yesus. Untuk apa? Tentunya untuk belajar, Petrus sendiri seorang penjala ikan yang handal dan berpengalaman, tahu kapan ada ikan kapan tidak ada tetapi dia juga harus belajar kepada Yesus, menjadi penjala manusia, ada kesamaan prisip tetapi hakekatnya berbeda. Prinsipnya sama tetapi hatinya sungguh berbeda. Apalagi kita yang bukan seorang penjala ikan mau menjadi penjala manusia. Kita mesti belajar banyak tetapi semuanya pekerjaan masalah hati, apakah kita menaruh hati kita sepenuhnya atau hanya separuh hati. Akhirnya menjadi pengikut Yesus itu Bagus tetapi goalnya adalah menjadi penjala manusia. Jangan berhenti di mengikuti Yesus, jadilah penjala manusia, memang resikonya banyak tetapi itu yang Yesus maksudkan. Apabila pekerjaan seberat apapun akan mempunyai hasil yang positif, sudah terlalu banyak bukti untuk itu.
Masa 12 tahun - 30 tahun
Apa yang Alkitab tulis tentang rentang usia tersebut? Memang tidak ada penulis Injil baik Matius, Markus, Lukas dan Yohanes menuliskan tentang rentang usia ini secara gamblang, kenapa? Mungkin ke-4 penulis Injil ini tidak merasa penting. Karena Alkitab berisi tentang bagaimana Allah menyelamatkan umat manusia melalui pengorbanan Yesus di atas Salib. Karena inti dari Alkitab itu sendiri adalah menunjukkan Kasih Allah yang begitu besar bagi manusia sampai2 Dia harus mengorbankan anaknya sendiri. Bahkan penulis Markus sengaja menulis 2 ayat khusus bagaimana proses penyaliban terjadi. Tanpa basa basi Markus langsung dengan Yohanes pembaptis dan apa apa saja yang Yesus perbuat serta ajaran ajarannya yang sangat bertolak belakang dengan guru2 yang telah ada sebelumnya. Di abad ke-5 Masehi memang ada penulis yang mengaku murid Yesus yang mencoba menuliskan bahwa semasa kecil Yesus pernah melakukan mujizat tetapi menurut saya adalah tidak benar sama sekali, karena semasa kecil 12-30 tahun Yesus dikenal sebagai manusia biasa, baru setelah Dia berumur 30 tahun barulah Yesus tampil setelah Yohanes dipenjarakan. Dan cuma butuh waktu 3,5 tahun Yesus memanggil muridnya untuk pertama sekali, mengajar dan mempersiapkan misinya yang akan diteruskan oleh para pengikutnya. Waktu yang tidak terlalu lama bukan? Jadi menurut saya Yesus direntang usia 12 - 30 tahun dimanfaatkan Yesus untuk belajar dengan sungguh-sungguh, Yesus disebut guru karena selain dia punya pengikut, Dia juga sempat diberi kesempatan untuk membaca Kitab Taurat saat Dia berada di Bait Allah dari mana Dia mendapat hak itu kalau memang Yesus bukan seorang yang terpelajar, atau ahli dalam bidang agama , tentu saja waktu itu tetang PL , memang orang tua Yesus miskin, mungkin saja ayahNya Yusuf meninggal muda ,tetapi Dia seorang murid yang pintar, ingat waktu dia berumur 12 tahun Dia bersoal jawab dengan para ahli kitab saat Dia di Bait Allah, dan orang2 pada kagum, mungkin saja Yesus mendapat beasiswa. Yesus saja yang adalah Tuhan Dia juga seorang manusia. Kita sering sekali mengambil take tings for granted kita sering kurang maksimal dalam mempersiapkan kotbah, ini tantangan terutama untuk para pemberita Injil. Tidak ada alasan bagi kita untuk upgrade diri kita dengan banyak.belajar. Baik belajar secara formal juga non formal. Banyak para Jemaat yang bergantung pada buah pikiran dan pemberitaan kita. Memang jemaat harusnya juga mengupgrade dirinya, sekarang sangatlah mudah mendapatkan informasi. Jangan pula jemaat sudah mengetahui baru para pendeta berkotbah. Atau juga mempersiapkan kotbah dengan tidak bertanggung jawab, tanpa dukungan ayat2 Firman Tuhan sama sekali. Contoh yang baik sekali adalah saat penganiayaan di Yerusalem, siapa yang pergi memberitakan Injil? Adalah murid2 sedangkan para rasul tetap di Yerusalem, Saya percaya murid2 tersebut, harus belalajar dengan cepat, karena mereka harus meninggalkan para rasul, mereka harus mengambil alih peran para rasul, karena selain mereka harus lari dari kota Yerusalem, mereka harus memberitakan Injil. Tidaklah mudah untuk meyakinkan orang-orang Yahudi tentang Yesus yang mati di kayu Salib itu adalah Tuhan, mereka selain menggunakan PL, juga. meyakinkan dengan pengajaran2 Yesus.
METANOIA
Markus 1:4, 15, 39 (TB) demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu." kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan setan.
Sungguh ironis sekarang orang orang cukup puas dengan menjadi pengikut Yesus atau Kristen, bahkan banyak hamba Tuhan memberikan percayalah pada Tuhan Yesus? Apakah ini cukup? Tidak saudaraku Yesus tidak berkata ikutlah aku. Tetapi lebih kepada bertobatlah. Antara Yohanes dan Yesus pesannya sama bertobatlah. Artinya kita bisa berpura-pura menjadi pengikut Yesus tapi tanpa bertobat. Banyak orang bersaksi kalau ikut Yesus enak, semua diberkati. Itu semua Bagus tetapi apakah itu yang Tuhan minta, bukan kita diminta untuk bertobat. Banyak orang berpikir kalau dia sudah aktif menjadi guru sekolah minggu atau ikut paduan suara bahkan berkotbah sekalipun belum tentu kita berobat. Kata bertobat berasal dari bahasa Yunani Metanoia yang artinya berbalik, kita berbalik dari pikiran pikiran lama atau berubah, baik tingkah laku perbuatan dan pikiran. Bukan berubah secara luarnya saja. Mudah bagi kita untuk berubah secara luarnya saja. Bertobat membutuhkan kerendah hatian dan keseriusan, tanpa kedua hal.tersebut sulit bagi kita untuk.bertobat sungguh sungguh, karena ini panggilan untuk semua orang tidak terkecuali hamba Tuhan, justru hamba Tuhanlah yang harus menunjukkan hal ini terlebih dahulu. Sulit memang, tetapi itulah panggilan yang sebenarnya. Yang paling akurat mrnunjukan kita sudah bertobat atau belum adalah orang orang yang terdekar dengan kita, suami atau istri atau anak2 kita, ada baiknya kita pertanyakan pada mereka apakah kita sudah berubah, kalau jawabnya belum, ada baiknya kita segera berubah, karena Kerajaan Allah sudah dekat. Amin
Rabu, 25 Mei 2016
Kekristenan
Kata Kristen muncul untuk pertama sekali di buku Kis. 11:26 di kota Anthiokia, ditujukan bagi sekelompok murid Yesus. Pemberian nama tersebut diberikan oleh orang lain, untuk membedakan dengan kelompok lain. Yang pemimpinnya Yesus yang baru saja mati disalib. Mungkin itu untuk kata2 ejekan. Tetapi kumpulan orang-orang ini berbeda dari kelompok lain, mereka saling mengasihi satu dengan yang lainnya ini ditunjukan dengan pengorbanan. Karena status mereka yang berbeda. Bukan hanya status mereka yang berbeda tetapi juga dari golongan yang berbeda beda pula, tetapi mereka bisa bersatu. Mereka mengajar tentang siapa Yesus yang sesungguhnya, walaupun resikonya mereka harus berhadapan dengan ahli alih Farisi yang tidak mau mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan, resikonya tidak main2 mereka bisa dimasukan ke dalam penjara karena dianggap bidad. Yaitu kelompok sesat dari ajaran Yahudi dan menghina Allah. Mereka yang mengajar itu adalah orang biasa yang tidak terpelajar berhadapan dengan ahli ahli Farisi yang berpendidikan tetapi yang membedakannya adalah mereka tahu tetapi tidak melakukan. Mereka mengajarkannya tetapi tidak menerapkan dalam hidupnya. Hanya hal hal kelihatan banyak orang mereka melakukannya tetapi sebenarnya hatinya jauh dari Tuhan. Kekristenan awal tidaklah mudah musuh mereka saudara sendiri orang-orang Yahudi yang tidak percaya pada pemberitaan mereka dan orang-orang Romawi yang terusik dengan pemberitaan mereka, mereka takut orang-orang Yahudi memberontak dan melawan mereka, jadi sungguhlah tidak mudah menjadi pengikut Kristus mula mula, tanpa motivasi yang murni sukar bagi mereka mengikutinya, mereka harus yakin benar bahwa Yesus memang sungguh-sungguh Allah.
Selasa, 24 Mei 2016
Yesus tidak ingin pengikutNya mempunyai motivasi yang salah.
Yesus menghindar, bukankah Dia sanggup mengalahkan semua orang Farisi yang hendak membunuhNya. Sangat menarik mengapa Yesus harus menghindar ? Apasih tujuan Yesus dengan semua ini, bukankah orang orang Farisi lebih mudah dimenangkan jika Yesus melakukan mujizat ? Menurut saya tidak, mengapa ? Karena bukankah mereka sudah melihat mujizat yang Yesus lakukan. Lagi hati mereka sudah tertutup dengan iri hati. Ini dengan orang yang irihati, mereka tidak dapat melihat lagi dengan benar apa yang sesungguhnya terjadi. Semua yang dilakukan Yesus salah dan salah, tidak ada yang baik. Apa motivasi kita mengikut Yesus, apakah karena berkatNya atau apa. Kita perlu jujur dengan hati kita. Dia tahu hati kita, tidak ada yang tersembunyi dihadapan Yesus. Mudah bagi kita mengikut Yesus dan berkata Dia sungguh baik, saat dimana berkat melimpah, kesehatan ok, anak2 obey bagaimana jika keadaan tidak seperti yang kita harapkan terjadi, masihkah kita mencintai Tuhan dan berkata Dia sungguh baik.