Yohanes 2:7-9 (TB) Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan mereka pun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu mereka pun membawanya. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu — dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya — ia memanggil mempelai laki-laki,
Ini adalah mujizat pertama sekali yg diperbuat Yesus, Yesus tdk akan mempermalukan tuan rumah, entah siapa orang yg mengadakan pesta itu, tetapi mungkin masih kerabat dekat Yesus. Sebelum mujizat itu terjadi tfk ada pujia2an atau nyanyian seperti kesurupan seperti fenomena saat ini dibeberapa gereja dimana sebeum mujizat terjadi terlebih dahulu hrs ada nyanyian peyembahan, ini tdk seperti hiasa saja terjadi begitu saja sama dgn muijzat Yesus lainnya, tanpa ritual peyembuhan, kalau Yesus melakukan peyembuhan ya orang tersebut akan semhuh, ini terlepas orang tersebut beriman atau tdk.
Ini semua tentan Yesus apakah akan meyembuhkan jika itu penyakit atau bahkan kematian sekalipun seperti Lazatus, semua ini tentang Tuhan. Dan bukan tentang kita. Jadi apapun yg terjadi pada kita, tentunya kita tetapi berharap pada Yesus dan menunggu waktunya Yesus. Ya Tuhan tolongah saya agar terus berpengharapan padaMu saja dan tetap percaya bahwa Englau tahu segala macam pergumulan saya. Kalau Tuhan berkehak tdk ada satu halpun yg dpt menahannya dan sebaliknya apabila Dia belum menyembuhkan bukan berarti Dia tdk mampuh, tetapi mungkin belum saatnya. Amin
Senin, 03 April 2017
Mujizat I
Kamis, 30 Maret 2017
Utusan Iblis
2 Korintus 12:8-10 (TB) Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Inilah pengakuan Paulus yg mengejutkan banyak pihak. Mengapa Tuhan sengaja membiarkan utusa iblis tetap berada dirinya dan apskah utusan iblis itu ? Banyak para ahli berpikir utusan iblis itu sebiah penyskit yg tdk kunjung disembuhkan olrh Tuhan. Pernyataan ini mungkin benar mengimgat 3 kali dia mengalami cambukan dan dilekpari dgn batu sehingga hal itu membuat dirinya mengalamin sskit dzn meminta Tuhsn untuk meyembuhkanya tetapi mengapa Psulus hanya memintanya 3 kali saja bukannya fiman Tuhan meminta kepada kita utk meminta dlm doa dengan tdk jemu2, kelihatannya Tuhan sdh mengatakan hal ini dgn sangat jelas bahwa Paulus memang tdk akan sembuh dengan maksud tertentu, salah satunya agar Paulus jangan menjadi sombong dan tinggi hati, Tuhan sengaja, karena Dia mengasihi Paulus. Tuhan maha tau setiap orang dimana letak dari kelemahan dari setiap orang. Mungkin kalau Tuhan menyembuhkan Paulus, dia akan sombong dsn tinggi hati.
Saya tdk tahu tetapi yg jelas Tuhan sepertinya berbicara langsung pada Petrus bahwa Petrus akan menanggung beban itu sampai dia mati. Seperti saat dia dipanggil Tuhan menjadi rasulNya, semuanya tampak jelas dan tdk samar2. Paulus mengatakan sdh 3 kali dia meminta pada Tuhan tetapi mungkin juga bukan tiga kali secara hurufia, mungkin saja maksud angka 3 ini adalah angka sempurna, mungkin saja sdh berkali kali, sampai titik dimana sdh jenuh dan Paulus tdk fokus lagi terhadap penderitaan yg harus Paulus tanggung tetapo fokus saja pada Yesus....Amin. Tuhan bantu aku agar tdk fokus pada penderitaanku lagi tetapi fokus pada pemberitaan Injil saja, agar namaMu semakin dimuliakan.
Rabu, 29 Maret 2017
Pencobaan
2 Korintus 12:9-10 (TB) Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Kalau kita tdk ada masalah, kita tdk butuh Tuhan. Tuhan sengaja memberikan atau membiarkan pencobaan terjadi dlm hidup agar kita senantiasa tdk melupakan Tuhan dan kita sadar bahwa kita lemah dan tdk berdaya, kita senantiasa membutuhkan Tuhan dalam hidup ini
Senin, 27 Maret 2017
Peperangan Rohani
Efesus 6:11-13 (TB) Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
Suka atau tdk suka sebenarnya kita berada dlm satu peperangan. Jadi kita diminta agar selalu mengenakan perlengkapan perang. Dan perang yg sdg kita hadapi adalah peperangan rohani yg tdk kelihatan jadi lebih sulit dan tentunya lebih berbahaya bagi kita, musuh kita tdk terlihat. Kita harus senantiasa peduli dan peka dan tentunya senantiasa memohon perlindungan pada Tuhan, karena yang mengetahui di mana lawan kita. Jangan sekalipun melepas perlengkapan perang tersebut. Musuh kita kejam dan bengis. Apa saja perlengkapan perang tersebut ? Ayat2 sesudahnya mengatakan apa saja yang butuh kita kenakan, jangan malas dan terlena. Apa saja yang bisa membuat kita malas dan tdk waspada ? Adalah kita merasa keadaan ok, kondisi sdh ok. Jangan pernah beranggapan keadaan sdh ok, jangan2 musuh sedang mengintip kita. Saya mengajak saudara saudara sekalian utk senantiasa waspada. Amin
Minggu, 26 Maret 2017
Kehendak Tuhan
Efesus 5:17 (TB) Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
Bodoh disini bukan tentang sekolah atau tdk sekolah, justru banyak orang2 yg bersekolahkan tinggi2, banyak gelar dibelakangnya namanya tetapi hidupnya tidak mencerminkan Tuhan dan sebaliknya banyak orang yg sekolahnya tdk tinggi tetapi pengertiannya tentang Tuhan sangat baik, bukan saja pengetahuannya tetapi tingkah lakukanya juga mencerminkan bahwa Tuhan ada di dlm dia. Jadi utk mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan dan apa yg bukan menjadi kehendak Tuhan bukan tentang sekolah tetapi masalah hati kita. Tuhan mengerti tdk semua orang punya pendidikan tinggi Dia tahu siapa kita karena Dialah yg menciptakan kita dan tahu batas kemapuan kita. Kita bisa membaca Alkitab untuk tahu apa yg berkenan kepada Tuhan dan apa yg tdk, semua itu pilihan kita ? Apakah kita mau menjadi bodoh dan tdk mau mencari apa yg memjadi kehendak Allah ? Tetapi sekali lagi saya mengajak bapak, ibu dan saudara/i sekalian untuk mengerti apa menjadi kehendak Tuhan. Mari kita jangan menjadi bodoh tetapi menjadi pintar dan tahu apa yg Tuhan inginkan. Amin
Sabtu, 25 Maret 2017
Cemburu
Mazmur 73:2-5 (TB) Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir. Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik. Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka; mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain.
Ikut Tuhan tdklah selamsnya mudah dan bukan exac seperti 2+2=4, tetapi kadang2 5 bosa juga 6 atau lain sebagainya, sedikitnya inilah perasaan Daud melihat kehidupan dan hal itu kadang kala membuat si Pemazmur cemburu, karena ada orang2 yg hidupnya tdk memuliakan Tuhan tetapi hidupnya sehat2 saja bahkan dikatakan gemuk, ini menunjukan kemakmuran bagi orang2 tersebut, sementara orang2 yg hidupnya memuliakan Tujsn hidupnya kog sakit2an. Ini juga yang membuat saya bingung dan bertanya ?
Tetapi aku sadar bahwa itu adalah hak mutlak Tuhan dan aku tdk sepantasnya iiri hati, karena iyu semuanya hak prerogatif Allah, kepada siapa Dia skan ber Dia akan beri. Tuhan yolonglah aku agar tetap menjalankan apa yang seharusnya aku perbuat tanpa membanfding bandingkan, karena Allah tdk mungkin salah. Dia tahu dan peduli pada orang2nya. Aku tdk boleh mrnyerah, aku akan berterus terang akan perasaanku. Aku harus bisa melihat lebih dalam dan seksama bahwa yang terpenting adalah akhir dari segalanya. Amin
Berkenan ?
Efesus 5:10 (TB) dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.
Satu ayat yg sangat jelas tdk semua yg kita lakukan berkenan kepada Tuhan. Tetapi apasih yg berkenan kepada Tuhan ? Jangan2 apa yg kita lakukan malah tdk berkenan di hadapan Tuhan. Sebenarnya tdk terlalu repot atau susah apasih yg berkenan kepada Tuhan ? Karena semuanya itu ada di dalam satu buku yg bernama Alkitab, memang tdk dipungkiri ada ayat2 yg susah dan perlu penjelasan ahli kitab untuk menjelaskannya tetapi begitu banyak juga yg mudah dimengerti bahkan untuk seorang yg tdk sekolah sama sekali tetapi dasar manusia akan selalu memcari pembenaran demi tdk melakukan firmanNya, misalnya Tuhan mau kita saling mrngasihi sesama manusia, apakah kita mau seperti ahli taurat yg masih bertanya siapakah sesamaku manusia itu ? Satu pertanyaan yg dicari cari karena tdk mau melakukan yang berkenan kepada Tuhan. Selalu intropeksi diri adalah salah satu kuncinya dan Tuuan telah memberi cermin untuk kita senantiasa berkaca dan intropeksi diri. Mari saya mengajak kita senantiasa menjadi orang yg selalu intropeksi, jangan malas apalagi tdk sama sekali, karena kita sdh terlalu " sibuk " " melayani Tuhan ". Amin