Yakobus 1:2-3 (TB) Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.
Berbahagia dalam pencobaan/ kesusahan bagaimana mungkin ini bisa terjadi ? Ujian tdk berlangsung lama tetapi akan menghasilkan keadaan, situasi kondisi lebih baik dari semula. Itulah iman yang sejati karena yg baik itu belum terlihat justru yg terlihat adalah sebaliknya. Masalahnya waktuya berapa lama, waktunya adalah waktunya Tuhan bukan waktunya kita Dia tahu waktu yang terbaik untuk kita. Saya berdoa kianya ssya diberi kesabaran oleh Tuha n dan Dia tahu waktunya kapan dan pertolongan Tuhan tdk pernah terlambat sedikitpun. Tuhan akan menguji orang yang dikasihinya, jadi jika ujian datang jangan mengeluh, tetapi bersuka cita. Berat memang, tdk ada yg mudah untuk mendapatkan sesuatu yg hebat. Mungkin untuk mendapatkan yang biasa biasa saja tidak dibutuhkan usaha yg extra. Semua terserah pada kita.
Rabu, 04 Mei 2016
Saat teduh, 5-5-2015
Selasa, 03 Mei 2016
Saat teduh, Rabu 4-5-2016
Ibrani 13:1-2 (TB) Peliharalah kasih persaudaraan! Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat.
Zaman sekarang hal 2 bagian ini sudah agak langka. Kasih Persaudaraan yang tetap harus dijaga dan memberi tumpangan untuk orang yang tidak dikenal. Walaupun tehnologi kumunikasi sudah begitu canggih dan murah, ada internet, ada wa ada, ada video call danlainsebagaiya tetapi kita jarang untuk menggunakannya kita lebih suka menggunakan untuk hal hal bisnis kia. Saya pribadi ayat ini menjadi teguran untuk saya. Saya punya banyak saudara tetapi kalau tdk penting tidak perlu dihubungilah, apalagi kita hidup dizaman yang ultra sibuk tdk ada waktu untuk berkunjung ke rumah adik misalnya. Kita lebih mementingkan klain kita dari pada kasih persaudaraan. Sepertinya rugi untuk melakukannya. Tetapi jika ada keuntungan besar jam berapapun dan dimanapun letaknya kita siap, walaupun diujung bumi sekalipun ini sungguh ironis sekali. Yang kedua memang kita harus bijak sana tetapi terus terang kita lebih memilih cuek dan tdk peduli daripada bijaksana. Banyak orang2 terlantar dan tdk memiliki rumah, tidur beraalasan koran serta beratapakan langit. Ada yg memang salah mereka tetapi juga ada keadaan yg mebuat mereka seperti itu. Seperti Tuhan sudah ingatkan pada kita bahwa orang miskin selalu ada pada kita. Amin